Rabu, 30 Mei 2012

Pertemuan, perpisahan dan rasa di hati

"Saying goodbye is never an easy thing but you never said, you'd stay forever" - Taylor Dane

Takkan ada pertemuan tanpa perpisahan, takkan ada perpisahan jika tak ada pertemuan. Saat terberat harus berpisah dengan orang yang sudah kita kasihi dan cintai dengan segenap hati. Seakan seperti kosong, hampa dan mendadak sunyi...sepi.

Tak selalu cinta, tak selalu romansa. Berpisah dengan keluarga, sahabat bahkan bisa terasa lebih berat. Mereka yang selama ini telah mengisi hari-hari kita dengan senyum dan air mata, mereka yang selama ini selalu ada untuk kita dan kita juga berusaha selalu ada untuk mereka.

Yang tertinggal rasa kehilangan
Yang tertinggal kenangan bersama
Yang tertinggal sepenggal rasa rindu...entah kapan bisa bertemu
Terbalut waktu, terbungkus masa.

Tak ada yang abadi, bahkan cinta yang begitu agung pun bisa berpaling.
Takkan bisa perpisahan terhindari, begitupun sakit yang mengiringi rasa di hati.
Dan pertanyaan "bagaimana jika..." akan mengendap terpeluk keabadian

Hanya kenangan dan sejumput senyum kerinduan yang akan memeluk jiwa pada akhirnya. Dan kenangan juga rindu juga yang akan bertahta di atas rasa, sesakit apapun itu yang kita rasakan.

Dan seperti lirik lagu Pertemuan karya Mus K. Wirya "Walau sejenak bertemu, hanya sekilas memandang cukup memberi kenangan indah dan kudus" , Ya, kenangan takkan terganti...akan selalu di hati.




Rabu, 16 Mei 2012

End of journey : Almost heaven...Forever red!

Seperti yang dikatakan oleh Anthony Burgess "Five days shalt thou labour, as the Bible says. The seventh day is the Lord thy God's. The sixth day is for football", itu adalah gambaran betapa pentingnya sepakbola dalam aspek kehidupan umat manusia.

Terbayangkah bagaimana bisa sebuah bola yang diperebutkan oleh 22 pemain selalu dapat menarik perhatian dan mampu menyedot semua perasaan? Dan perasaan kita dibawa terbang atau sakit terhujam ke dasar saat tim kita menang atau kalah.

Ya, itu yang saya dan pendukung United rasakan semalam saat United menang melawan Sunderland namun harus mengakui City yang berhasil menjuarai Liga Inggris. Walaupun sedari awal tidak mengharapkan namun asa itu terjalin begitu kuat ketika QPR berhasil menyamakan kedudukan bahkan unggul 2-1 atas City.

Dalam hitungan menit asa tercipta, dalam hitungan menit pula asa itu terenggut. Dua gol dalam kurun waktu tiga menit membuat Citizen berpesta dan "membirui" kota Manchester. Seakan terhempas ke dasar jurang dan tak percaya namun tersadar semua ini nyata dan bukan mimpi. Penantian 44 tahun mereka pun akhirnya terbayar sudah.

Mencoba menjaga rasa yang kian terhempas, namun yang terlintas adalah semua perjalanan dan perjuangan United yang telah saya tonton selama ini, berputar bagaikan roll film. Bagaimana klub ini telah berhasil membius hati dan perasaan kita semua fansnya. Betapa klub ini bisa mengajak kita menari riang, tertawa lepas hingga berurai air mata dan betapa sepakbola bisa membuat kita benar-benar mencurahkan segala perasaan.

Dan ya United tak meraih gelar apapun lagi selain Community Shield di awal musim. Ya, United yang membuang peluang juara itu sendiri dengan menyia-nyiakan keunggulan 8 poin apapun alasannya walaupun tetap berjuang hingga akhir. Itu adalah kenyataannya dan United dengan hasil ini harus langsung mengambil langkah jika ingin melanjutkan dominasi Liga Inggris.

Terlepas dari hasil akhir, musim ini adalah sebuah musim yang luar biasa bagi Liga Inggris dan sepakbola tentunya. Ketatnya persaingan terlihat dari juara yang ditentukan oleh selisih gol, musim "roller coaster" yang akan selalu dikenang. Yes, like Nick Coppack said "If nothing else, i think we all fell in love with football all over again today. And yes, sometimes love hurts". Itu adalah gambaran sempurna yang bisa merangkum semua.

Forever Red, United as always.










Jumat, 11 Mei 2012

Through bad and good times...UNITED!

Season has come to an end, ya pertandingan terakhir penentuan United akan melawan tuan rumah Sunderland dan City di Etihad akan menghadapi QPR yang berjuang menghindari degradasi.

Juara atau tidak juara,apakah masih ada kesempatan untuk United? tidak ada hal yang pasti dalam sepakbola, semuanya bisa terjadi. Namun fans United juga menyadari kans United lebih kecil dibandingkan City. Tapi sekali lagi, keindahan sepakbola adalah sampai peluit terakhir ditiup, takkan ada yang bisa mengklaim.

United tetap akan jadi United, klub yang penuh dengan sejarah dan pemegang gelar juara Liga Inggris terbanyak dengan segala rekor yang telah ditorehkan. United tetap akan selalu di hati penggemarnya apakah juara atau tidak, menang atau kalah. Itulah keindahan rasa memiliki yang selama ini tertanam di hati pendukung United. We are all together through bad and good times, just like our club...UNITED.

Apapun hasilnya, fans United tetap akan bangga dengan pencapaian season yang luar biasa ini. Dengan semua yang terlalui season ini memang akan klimaks bila United juara, akan jadi season yang akan selalu dikenang. Tapi kalaupun tidak juara, rasa bangga akan tetap melekat karena pencapaian luar biasa United.



Come on u Reds!
For ninety minutes we'll let them know, we're ManUnited...here we go!

Jumat, 13 April 2012

Juara : Sebuah kekuatan mental

Lebih memilih United meraih gelar di Etihad atau Etihad menjadi saksi dan membentuk Guard of Honour untuk menghormati sang juara? Pertanyaan itu sekarang banyak sekali ditanyakan.

Seberapa besar rivalitas United dengan City, mungkin hanya Tuhan yang tahu begitu dalam kebencian yang tersimpan di antara keduanya sejak dahulu bagi sebagian besar fans. Dari yel-yel,banner hingga poster berukuran besar hanya sebagian kecil dari permusuhan yang sudah mengakar.

Sebagian fans, karena tidak semua fans mengerti rivalitas United dengan City. Bahkan kalimat "Manchester is Red" terdengar menggelitik karena yang kita tahu sebagian besar orang di kota Manchester adalah pendukung City walaupun 34 tahun tanpa gelar dan hati mereka tetap setia mendukung City. Namun bagi sebagian orang, rivalitas ini baru terasa setelah City mulai bangkit setelah disokong oleh Syeikh Mansour dan kekuatan finansialnya.

Dan season ini tibalah pembuktian dari kekuatan finansial jazirah Arab. Calon kuat juara dan ada di puncak klasemen BPL, apa yang kurang? hingga tiba saatnya United membuktikan mental juara yang mereka punyai walaupun didera cidera pemain. Bahkan jumlah pemain yang cidera itu mencukupi kuota jumlah pemain dalam 1 tim sepakbola, 11.

Unggul 5 poin (setelah unggul 8 poin sebelumnya) kini semuanya masih mungkin terjadi walau memang hembusan angin juara lebih kencang ke kubu United. Perang mental pun sudah dimulai dengan Mancini yang menyebutkan United akan menjadi juara dan berharap dengan sanjungannya tim United akan terlena dan mereka berharap mengambil keuntungan. Perburuan gelar ke-20 pun ada di titik krusial, to be or not to be! dan dengan 6 laga tersisa, semuanya menahan nafas.

Jadi lebih memilih mana, memastikan gelar di Etihad atau Guard of Honour?
Saya akan memilih memastikan gelar dahulu. Dengan selisih 5 poin dan 2 game tersisa melawan Swansea dan Sunderland akan terlalu beresiko. Jantung tua ini sudah tak kuat lagi menahan ketegangan season ini.

Guard of Honour akan menjadi sebuah pilihan indah bagi saya yang membayangkan betapa masamnya wajah Kompany, Toure, Silva, Aguero dan Tevez yang terpaksa harus bertepuk tangan menyambut masuknya sang juara ke lapangan :)

Selasa, 14 Februari 2012

Selamat jalan Whitney...

Begitu banyak talenta wanita bersuara luar biasa di dunia ini. Sebut saja Barbra Streisand, Aretha Franklin, Dionne Warwick, Diana Ross, Celine Dion, Mariah Carey dan banyak lainnya, namun ada satu nama yang akan selalu membuat dunia mencintainya apapun yang terjadi.


1988, seorang anak terkesima mendengarkan sebuah lagu yang mampu membuatnya menangis di usianya yang ke-9. Anak itu mendengarkan sebuah lagu yang menjadi theme song olimpiade di seoul tahun itu. Dan sejak saat itu si anak kecil ini membayangkan dapat memainkan lagu ini pada sebuah piano.

Hingga tiba di suatu siang, mengendap-endap di ruang keluarga dan memastikan pintu tertutup tak ada orang, si anak kecil tersebut mengambil kardus furniture kosong berbentuk persegi panjang dan membayangkannya menjadi sebuah piano dan memainkan kardus tersebut seakan kardus itu piano sambil menyanyikan lagu theme song olimpiade tersebut. Dia tak sadar ada pamannya yang tak sengaja melewati ruang keluarga dan melihat keponakannya. Dan si anak kecil itu terkejut ketika si paman membuka pintu, melihat dan kemudian pergi. Si anak kecil hanya bisa merasa malu.

Namun sore hari di hari itu juga, ternyata si paman yang kasihan melihat keponakannya langsung mengajak si anak kecil ke kumbo, glodok dan membelikannya sebuah kejutan. Sebuah keyboard kecil. Dan begitu tiba di rumah, si anak kecil ini yang memang sudah lama tergila-gila dengan piano entah mengapa langsung bisa memainkannya. Dan lagu pertamanya adalah theme song olimpiade tersebut.

I broke my heart, fought every gain.
To taste the sweet, I face the pain.
I rise and fall
Yet through it all
This much remains

I want one moment in time
When I’m more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me


Judul lagu itu adalah One moment in time dan nama penyanyinya adalah Whitney Houston dan sejak saat itu, Whitney Houston menjadi bagian tak terpisahkan dari si anak kecil itu. Anak kecil tersebut pun tumbuh mendengarkan lagu Whitney Houston. Anak kecil itu adalah saya, yang mengidolakan Whitney sejak mendengarkan lagu one moment in time tersebut.

Setiap karyanya luar biasa dan kita bisa merasakan dia bernyanyi dari lubuk hatinya yang terdalam, suaranya begitu indah melantunkan setiap nada membuat yang mendengakan merinding dan terlarut, tak bisa berpaling. Bahkan di saat kehancuran Whitney karena KDRT dan drugs, sang anak tetap mengidolakannya terlepas dari semua pemberitaan negatif tentang idolanya.

The great voice world has ever had, indeed. Hingga 12 Februari 2012, seketika hati sang anak kecil tersebut hancur mengetahui sang idolanya berpulang. Dia begitu terpukul dan tak bisa berkata apa-apa selain menangis. Hancur hatinya dan harapan suatu hari bisa melihat langsung idolanya menyanyi takkan pernah tercapai, dan yang lebih menghancurkan lagi adalah berita tentang rencana konser Whitney. Kini semua hanya tinggal impian.

Luar biasa memang pengaruh musik dalam hidup seseorang. Meskipun belum pernah bertemu, namun lewat suaranya yang indah seakan terasa dekat.

Terima kasih Whitney yang telah mengajariku menjalani hidup dengan berjuang tanpa kenal lelah.
Terima kasih Whitney karenamu aku mendapatkan kesempatan dibelikan keyboard dan akhirnya di tahun 1989, sebuah piano dibelikan untukku oleh pamanku dan lewat piano itu, lagu-lagumu kumainkan menemaniku hingga kini.
Terima kasih Whitney atas semua karyamu yang telah menemaniku di hampir 33 tahun kehidupanku ini.
Terima kasih Whitney atas semua cinta yang telah kau berikan di setiap lagu.
Terima kasih atas segalanya...

I decided long ago, never to walk in anyone’s shadows.
If I fail, if I succeed, at least I live as I believe.
No matter what they take from me,
They can’t take away my dignity!


Dan ya, apapun yang terjadi dikau tetap tegar menghadapi hidup. Lesson learned Whitney...thank you.

Selamat jalan Whitney, dirimu akan selalu hidup dalam hatiku dan hati setiap orang melalui lagu-lagumu dan akan selalu menemani hingga akhir waktu memanggil.

Seperti yang dikau katakan "a moment in the soul can last forever" dan ya, namamu akan selalu ada di hatiku yang terdalam...selamanya.

Seseorang di sini takkan melupakanmu dan apa yang telah kau lakukan untuk hidupnya. I'll be forever grateful

I will, WE will always love you...

Like the last song (they said) u sang the night before you leave
Yes Jesus loves me
Oh, yes Jesus loves me
Yes Jesus loves me for the Bible tells me so


May you find your peace up there...until one day we meet again and hopefully i can hear your angelic voice.

Jesus love you Whitney... Thank you Jesus for sending ur angel Whitney.


Terima kasih Obi,Omaay dan Saras yang telah menguatkanku...










Sabtu, 31 Desember 2011

Another time, another year passing by

Sebentar lagi tahun 2011 akan berganti dan semakin banyak kenangan yang akan terekam di hati.

It's been a great year, despite all the hectics and troubles but i got a lot of surpises that made this year wonderful.

Dan hanya bisa berharap tahun 2012 akan menjadi tahun yang indah yang penuh kenangan indah juga.

Mengejar David Becham (Part.2-End)

Setelah selesai conference dan bertemu bang Hasani Abdulgani langsung saya, Omaay dan Alsep menyusul Louis dan Lenny yang sudah menunggu di coffee shop. Dan akhirnya setelah berbincang,Omaay memutuskan kembali dan tak lama Alsep juga kembali(setelah berfoto dengan Syahrini hahaha).

Kami kemudian pun pindah ke cafe di sana yang kami pikir akan didatangi untuk makan malam oleh Becks. Dan saya, berbekal uang pas-pasan dan belum makan siang hingga malam memutuskan untuk kembali memesan teh (kali ini jasmine, saya lupa yang saya pesan di coffeshop)tapi thank God kali ini ada biskuitnya hehehee...dan ketika saya ke toilet bersama Lenny dan kembali ke cafe, ternyata para Louis dan Fleming serta temannya mendapatkan foto bersama Robbie Keane dan ada Becks yang bersembunyi dan lari.

Malam berlalu tanpa hasil dan hanya sempat berbincang dengan bodyguad Becks dan mereka hanya "lip service" menjanjkan bisa berfoto. Akhirnya kami pada kurang lebih jam 23.30 dan mendapatkan kabar David sedang keluar hotel memenuhi undangan makan yang kami asumsi dari kedubes inggris.

Esok pagi pukul 6.00 kami sudah berkumpul dan setelah menunggu lama akhirnya Fleming dan temannya memutuskan pulang di jam 9.30 dan hanya saya dan Louis yang bertahan. Tak disangka pukul 10.30 muncul David berjalan dengan Keane dan bodyguardnya yang sedang memberikan instruksi kepada keamanan. Dan perlahan saya pun mendekatinya dan menegurnya, namun bodyguardnya langsung menghalangi. Dan aku pun menunggu lagi dengan Louis sampai dia selesai sarapan dan tapi kali ini David langsung diungsikan ke tanggal dan aku sempat berlari mengejar dan bertanya "David, may i take a picture with you?" dan dijawab dengan ramah sambil tersenyum "i must go downstair" dan dia melambaikan tangan sambil tersenyum lagi. Kaki rasanya tak kuat melihat senyumnya dan jantung berdebar tak karuan tapi ya, akhirnya kita tak bisa mendapatkan tanda tangan dan foto bersamanya tapi at least saya sudah melihat dari dekat dan sempat bertukar kata-kata dan mendengarkan suaranya.

Satu hal yang saya pelajar adalah : kita tidak bisa selalu mendapatkan yang kita inginkan, namun semua perjuangan dan kenangan indah itu biarlah terekam di hati yang terdalam.

Dan seperti kata Whitney Houston "A moment in the soul can last forever" dan seperti itulah kenangan saya.

I love you David!